Salah seorang legenda Manchester United, Rio Ferdinand mengaku dirinya lebih suka Mohamed Salah ketimbang Luis Suarez saat diminta untuk membandingkan kedua sosok tersebut. Apa alasannya?

Luis Suarez sendiri adalah mantan bintang Liverpool yang bersinar dengan tim Marseyside pada periode 2011 sampai 2014. Sepanjang periode tersebut, pemain Uruguay memang belum pernah memenangkan trofi juara, tapi ketajamannya di lini depan menuai banyak pujian.

Sedangkan Mohamed Salah sudah menjadi bagian dari Liverpool sejak musim panas tahun 2017 lalu hingga sekarang. Performanya sendiri tidak perlu diragukan, bahkan statistik golnya membawa Liverpool menjuarai Liga Champions Eropa dan Premier League.

Belakangan ini, Salah juga jadi sorotan karena aksi-aksi cantiknya di atas lapangan, termasuk saat mencetak gol solo Indah ke gawang Manchester City, kemudian mengulanginya lagi dalam laga melawan Watford akhir pekan kemarin.

Terkini, dalam laga fase group Liga Champions Eropa melawan Liverpool dinihari WIB tadi (20/10) Salah mencetak dua gol, dimana timnya sendiri menang dengan skor 3-2.

PEMAIN YANG MENGHIBUR

Itulah alasan kenapa Rio Ferdinand lebih memilih Mohamed Salah, karena pemain Mesir tersebut menurutnya sangat menghibur di atas lapangan serta sudah memberikan trofi untuk Liverpool.

“Saya akan mengambil Mo Salah. Apa yang ia lakukan dalam empat musim terakhir … saya pikir ia luar biasa,”

“Yang terpenting adalah ia adalah bagian integral dari tim yang memenangkan trofi besar. Ia menyenangkan untuk ditonton – seorang pembunuh di dalam dan di sekitar kotak. Saya tidak bisa melewatinya di era modern,” kata Ferdinand di BT Sport.

PEMAIN TERBAIK EPL

Bahkan, Meskipun Salah adalah pemain dari klub rival, Rio Ferdinand tetap harus mengakui performa apiknya dan menyebut eks Chelsea itu sebagai pemain terbaik Premier League saat ini.

“Ia pemain terbaik di Premier League saat ini. Dadaku terasa panas berbicara seperti ini tentang seorang pemain Liverpool,”

“seperti berada di FIFA (Video Game), gocekan tipuan itu, saya sudah melakukannya berkali-kali di FIFA di mana Anda berpura-pura menendangnya ke sudut atas dan kemudian Anda memotongnya kembali. Keterampilan jalanan,” seru Ferdinand.

Post Comment