Bukayo Saka menjadi salah satu dari tiga eksekutor penalti Timnas Inggris yang gagal di Final Piala Euro 2020 kemarin. Jelas saja sang pemain jadi sorotan, terkait ini penggawa Arsenal sempat bungkam sebelum akhirnya angkat bicara.

Harapan Inggris untuk mengakhiri puasa gelar selama lebih dari 5 dekade terakhir ini harus pupus di tangan Italia. Usai sukses melangkah sampai ke babak final, The Three Lions harus puas hanya menjadi Runner Up usai kekalahan dari Italia di babak puncak.

Pada awalnya, pasukan Gareth Southgate berhasil mencetak gol cepat lewat Luke Shaw, namun keunggulan tersebut terhenti di babak kedua, akibat gol balasan Leonardo Bonucci. Skor 1-1 pun bertahan bahkan sampai babak tambahan waktu.

Pemenang kemudian ditentukan lewat adu penalti, dan saat itulah tiga penendang Inggris gagal menjalankan tugasnya termasuk Bukayo Saka yang menjadi penendang terakhir.

MINTA MAAF

Tentu saja akibat dari kegagalan penaltinya itu, penggawa Arsenal langsung menjadi sorotan, kebanyakan menyalahkan Saka dan dua pemain lain sebagai biang kerok gagalnya Inggris menjadi juara.

Saka sendiri memilih bungkam, namun setelah beberapa hari berselang, akhirnya dia angkat bicara lewat sosial media. Kata-kata pertamanya adalah penyesalan, kekecewaan dan permohonan maaf kepada seluruh warga Inggris.

“Tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan betapa kecewanya saya dengan hasil akhir dan penalti itu. Saya sungguh yakin kami bisa menjadi juara untuk kalian”

“Saya minta maaf bahwa kami tidak bisa membawa pulang trofi itu tahun ini, tapi saya berjanji pada kalian bahwa kami akan memberikan segalanya untuk memastikan bahwa generasi ini tahu rasanya jadi juara.” kata Saka.

BERJANJI AKAN BANGKIT

Saka sendiri menerima banyak cercaan dan ejekan setelah partai final tersebut, namun yang bersangkutan menegaskan bahwa hal tersebut tak akan membuatnya jatuh, justru dia berjanji akan bangkit dan bertekad memberikan yang lebih baik lagi.

“Namun, saya tegaskan bahwa saya tidak akan membiarkan momen itu atau negativitas yang saya terima pekan ini menghancurkan saya. Untuk mereka yang telah bersuara membela saya dan mengirim pesan-pesan menyentuh hati, mendoakan saya dan keluarga, saya sangat berterima kasih,” pungkasnya.

Post Comment