Publik mungkin bertanya-tanya, kenapa Lionel Messi bersedia untuk tidak digaji supaya bisa bertahan di Barcelona, tapi ternyata itu bukan solusi, karena sekalipun bersedia tidak digaji, Raksasa Catalan tetap tidak bisa mendaftarkan Messi ke La Liga.

Setelah selama 17 tahun membela tim Senior Barcelona, Lionel Messi pada akhirnya memang resmi meninggalkan Camp Nou pada musim panas ini sebagaimana pernyataan resmi Barcelona pada kamis pekan lalu.

Memang benar bahwa kontrak Messi di Camp Nou telah berakhir sejak 30 Juni lalu, akan tetapi sang pemain ingin bertahan di Barcelona bahkan sudah mencapai kesepakatan kontrak baru berdurasi lima tahun disana.

Sayangnya saja, Barcelona tidak bisa mendaftarkan Messi ke pihak La liga karena klub berpotensi melanggar regulasi finansial. Dalam keterangannya, Barca menyebut bahwa Messi memiliki gaji yang terlampau tinggi sehingga kontraknya tidak bisa dituntaskan.

BUKAN SALAH MESSI

Sebenarnya, Messi sendiri sudah melakukan segala cara untuk bisa bertahan di Barcelona, termasuk menyepakati pemangkasan gaji sampai 50 persen, tapi tetap saja kondisi finansial klub membuat situasinya menjadi rumit.

Presiden Joan Laporta bahkan menerangkan bahwa Messi sudah melakukan usaha apapun demi bisa bertahan di Camp Nou, tapi memang tidak memungkinkan bagi klub mendaftarkannya ke pihak La Liga.

TANPA GAJI

Namun publik mungkin masih bertanya-tanya, jika memang Messi sudah melakukan segala cara, mengapa tidak mencoba untuk tidak digaji agar bisa tetap bermain di Barcelona.

Nah, seperti penjelasan Colin Millar selaku Jurnalis The Mirror bahwa sekalipun Messi rela tidak digaji, situasinya tetap sama saja.

Hal ini dikarenakan aturan lain dari La Liga yang mengharuskan kesepakatan gaji pemain paling tidak 50 persen lebih rendah dari kesepakatan sebelumnya. Itulah yang menjadi alasan kenapa Barcelona memangkas gaji Messi hingga 50 persen saja dan itupun masih tetap tidak bisa lolos dari regulasi.

“Secara hukum, tidak mungkin bagi Lionel Messi untuk bermain secara gratis di Barcelona. Setiap kontrak baru, menurut hukum Spanyol, diharuskan minimal 50 persen dari upah sebelumnya (ini berlaku untuk menghindari manipulasi keuangan,” tulis Millar lewat akun media sosialnya.

Post Comment