Predikat sebagai Oportunis atau juga dikenal sebagai istilah Poacher sudah melekat pada diri seorang Romelu Lukaku, tapi menariknya Striker Belgia tersebut justru mengaku tidak suka mendapat predikat tersebut. Apa alasannya?

Romelu Lukaku, memang dikenal sebagai salah satu pemain nomor 9 yang berbahaya di depan gawang. Statistik sudah membuktikan hal tersebut, dimana yang bersangkutan telah mengemas 255 gol di level klub dan 67 gol di level Tim Nasional.

Pada musim panas kemarin, penyerang berusia 27 tahun itu memilih kembali ke pelukan Chelsea dan langsung jadi pencetak gol langganan bagi The Blues. Sampai sekarang, dia sudah mencetak 3 gol dari 6 laga Premier League.

BENCI PREDIKAT POACHER

Dengan postur tubuhnya yang tinggi besar dan catatan golnya tersebut, tak heran banyak pihak yang menjuluki Lukaku sebagai Poacher atau ‘Tukang Gol’, padahal sang pemain sendiri sebenarnya membenci predikat tersebut.

“Bentuk tubuh saya – saya cukup besar – semua orang berpikir saya semacam target man: hanya memegang bola dan menjadi pemburu gol. Tapi saya tidak pernah bermain seperti itu dan saya membencinya,”

“Kekuatan terbesar saya adalah saya berbahaya ketika menghadap ke gawang, karena saat itulah saya jarang membuat pilihan yang salah,” ujar Lukaku kepada UEFA.

PENJELASAN LUKAKU

Mantan pemain Everton ini lantas menjelaskan apa yang dia maksud sebagai keahliannya tersebut, dimana dia mengaku selalu bisa menempatkan diri di posisi yang tepat ketika berada di depan gawang dan memaksimalkan semua peluang yang tersedia.

“Setelah saya mengoper bola, saya tahu di mana saya harus memposisikan diri di dalam kotak. Saya bisa melakukan sedikit segalanya dan di beberapa pertandingan ketika saya tahu ada banyak ruang di belakang pertahanan, saya bermain secara berbeda,”

“Alasan saya sangat produktif adalah karena saya bisa melakukan sedikit dari segalanya.” tutur Lukaku.

Kini, Lukaku tengah bersiap untuk bergabung dengan Tim Nasional Belgia yang akan memainkan beberapa pertandingan saat jeda Internasional sepekan ke depan.

Post Comment