Para fans Barcelona tentu saja masih ingat dengan sosok Quique Setien, karena meski tak begitu mentereng, dia tetap pernah menangani tim kesayangan mereka. Sayang, kenangan buruk di Barcelona membuat Setien sampai sekarang masih trauma untuk kembali melatih tim sepakbola lagi.

Sebagai informasi, Quique Setien adalah sosok pelatih yang menggantikan Ernesto Valverde, setelah mantan pelatih Athletic Bilbao itu dipecat pada Januari 2020 lalu.

Penunjukkan Setien sebenarnya menuai pro dan kontra, mengingat mantan pelatih Real Betis itu sebelumnya tak pernah menangani klub besar.

Kekhawatiran Publik lantas menjadi kenyataan, dibawah arahan Quique Setien, Barcelona bukannya membaik, malah semakin menderita. Mereka gagal juara di semua kompetisi dan pahitnya lagi dibantai telak 2-8 oleh Bayern Munchen pada babak perempat final Liga Champions Eropa.

TIDAK TERTARIK MELATIH LAGI

Quique Setien hanya menjabat sebagai pelatih Barcelona selama kurang lebih 7 bulan lamanya, dan periode singkat tersebut jelas bukan periode yang bagus bagi sang juru taktik.

Kepada Jot down, yang bersangkutan mengaku sangat tidak nyaman dengan pengalamannya sebagai pelatih Barcelona. Bahkan, akibatnya Setien mengaku tidak tertarik lagi untuk kembali melatih.

“Saya tidak melihat diri saya melatih tim lagi. Saya telah kehilangan semua minat terhadap pekerjaan itu. Sepak bola yang saya alami dalam beberapa tahun terakhir bukanlah sepak bola yang saya suka,”

“Yang saya suka adalah bermain sepak bola. Faktanya, saya tidak pernah benar-benar melihat diri saya menjadi seorang pelatih.” ujar Setien kepada Jot Down.

RUANG GANTI YANG BERMASALAH

Lebih lanjut, Setien juga mengungkap bagaimana kondisi ruang ganti Barcelona saat dia menjabat disana. Sang juru taktik tidak bisa memungkiri bahwa situasinya sangat buruk, ada masalah dimana-mana.

“Saya belum pernah berada di ruang ganti seperti itu sebelumnya. Itu adalah sesuatu yang lain. Itu membuat saya terkejut,”

“Ada beberapa hal yang tidak bisa Anda kendalikan. Anda menemukan ruang ganti yang tidak bahagia. Itulah yang saya temukan di sana, tetapi itu adalah sesuatu yang belum pernah saya lihat dalam 40 tahun sepak bola.” tandasnya.

Post Comment