Seiring dengan hasil yang kurang memuaskan di awal musim ini, spekulasi pemecatan Ronald Koeman dari kursi pelatih Barcelona menguap lagi. Soal itu, pria asal Belanda enggan berkomentar banyak, dia hanya pasrah pada keputusan Presiden Klub.

Ronald Koeman mulai bekerja sebagai pelatih Barcelona sejak musim panas tahun 2020 kemarin untuk menggantikan Quique Setien. Dibawah arahannya, Barcelona sendiri berhasil memenangkan gelar Copa Del Rey.

Namun, mantan pelatih Everton ini sempat diisukan bakal dipecat dari kursi pelatih seiring dengan terpilihnya Joan Laporta sebagai manajer anyar. Untung saja, Laporta memutuskan untuk tetap mempertahankan sang legenda klub di kursi manajer.

Akan tetapi spekulasi pemecatannya kembali muncul belakangan ini, menyusul kekalahan telak dari Bayern Munchen di Camp Nou tengah pekan lalu.

FOKUS KERJA

Saat ditanya mengenai spekulasi tersebut, pria asal Belanda mengaku tidak memikirkannya, pemecatan adalah keputusan atau sesuatu yang tidak bisa dia kendalikan, sehingga fokusnya saat ini adalah tetap bekerja.

“Saya hanya memikirkan pertandingan dan tim, sisanya ada di luar kendali saya. Saya rileks dan percaya diri soal kemenangan,”

“Kami harus segera menyambut kembali para pemain supaya kami punya lebih banyak pemain yang bisa dipilih. Tentu, saya tahu kami harus menang, hasil akhir yang paling penting.” ujar Koeman di Marca.

PASRAH SAJA

Lebih lanjut, Koeman mengaku pasrah soal keputusan Presiden, apakah nanti dia akan dipecat atau tidak. Meski demikian, yang bersangkutan sama sekali tidak merasa cemas, karena bagaimanapun itu adalah keputusan terbaik untuk semua pihak.

“Saya tidak khawatir soal masa depan saya. Klub dan presiden [Laporta] akan mengambil keputusan,” sambung Koeman.

Adapun, pada pertandingan lanjutan La Liga Spanyol tengah pekan ini, tepatnya Selasa 21 September 2021 , Raksasa Catalan akan berhadapan dengan Granada.

Di atas kertas, Barca memang lebih unggul dibandingkan Granada, tapi Koeman memprediksi pertandingan nanti akan berlangsung sengit mengingat performa Granada yang tampak bagus belakangan ini.

“Saya kira Granada tidak mengalami banyak perubahan. Mereka memainkan taktik 4-3-3, mereka tangguh secara fisik dan bermain direct,” tandasnya.

Post Comment