Tottenham Hotspur memang telah menunjuk Nuno Esprito Santo pada musim panas ini untuk menangani tim utama mereka. Tapi, sebelumnya Spurs ternyata sempat mempertimbangkan Stefano Piolo untuk mengisi posisi tersebut.

Stefano Pioli sendiri menangani Milan sejak musim panas tahun 2020 kemarin, dimana dia dipercaya untuk menggantikan Gennaro Gattuso yang didepak pada akhir musim 2019/20.

Awalnya, banyak yang meragukan kualitas Pioli dikarenakan rekam jejak karirnya di dunia kepelatihan memang tidak mentereng. Namun Pioli kemudian mampu membawa berkah bagi Milan. Ia sukses meningkatkan performa Rossoneri.

Puncaknya, pada akhir musim 2020/21 ini, dibawah arahan sang manajer, AC Milan berhasil finish di empat besar klasemen akhir Serie A Italia yang secara otomatis membawa klub kembali tampil di ajang Liga Champions Eropa setelah 7 musim absen.

SUKSESOR MOURINHO

Sedangkan Tottenham Hotspur sejatinya memang mencari pelatih baru selepas berakhirnya musim 2020/21 kemarin mengingat mereka telah memecat Jose Mourinho dari kursi manajer.

Nama Pioli sempat jadi pertimbangan manajemen Tottenham, sebagaimana dilansir oleh La Gazzetta Dello Sports. Sayangnya, Spurs dipaksa gigit jari. Sebab Pioli memilih untuk setia dan tetap bertahan di AC Milan.

KONTRAK PIOLI

Sebagai informasi, saat ini Stefano Pioli memang masih terikat kontrak di AC Milan setidaknya sampai tahun 2022 mendatang, dimana dalam kontrak tersebut ada opsi perpanjangan satu tahun lagi atau sampai tahun 2023.

Namun sejauh ini belum ada pembicaraan antara pihak Milan dengan Pioli. Namun demikian jika memang ada negosiasi pun, pelatih plontos itu disebut tak akan buru-buru untuk meneken kontrak baru.

Masih dari Gazzetta Dello Sports, Agen Stefano Pioli juga tidak memberikan tekanan kepada AC Milan untuk memberikan kontrak baru kepada kliennya, hal ini karena sang juru taktik sedang fokus mempersiapkan skuat jelang kampanye musim 2021/22.

Tapi terlepas dari itu, Stefano Pioli dinilai layak mendapatkan kontrak baru dari Milan, karena dia berhasil membawa klub kembali ke panggung Liga Champions Eropa, dimana pencapaian itu tidak bisa dicatat oleh pelatih-pelatih sebelumnya selama 7 tahun terakhir.

Post Comment