Xavi Hernandez selaku manajer anyar Barcelona mengakui bahwa tim asuhannya memang masih jauh dari kata bagus dalam hal performa, namun ia bertekad membangkitkan kembali identitas Barcelona sebagai klub yang terbiasa meraih kemenangan.

Sebenarnya, tantangan yang dihadapi Xavi sebagai pelatih Barcelona tergolong berat, jauh lebih berat ketika dia masih aktif bermain dulu. Bagaimana tidak? Raksasa Catalan sedang terpuruk, baik itu dari segi performa maupun dari segi finansial.

Serangkaian hasil buruk yang didapat klub pada awal musim 2021/22 ini juga yang membuat Manajemen akhirnya memecat Ronald Koeman dari kursi manajer lalu menunjuk Xavi Hernandez sebagai gantinya.

CUKUP OPTIMIS

Meski demikian, sang legenda klub tetap memiliki rasa optimisme yang tinggi untuk membangkitkan Barcelona lagi, pasalnya dia mendapatkan proyek jangka menengah sampai panjang dalam kesepakatan yang tercapai kemarin.

Tekad Xavi adalah membuat Barcelona kembali pada identitas asli mereka yakni menjadi tim yang terbiasa menang.

“Barcelona adalah tim yang terus menerus meraih kemenangan. Memang betul performa kami saat ini jauh dari kata bagus, namun saya mendapatkan proyek jangka menengah sampai panjang untuk mengubah situasi ini,” kata Xavi seperti dilansir situs resmi Barcelona.

FOKUS DERBY CATALAN

Adapun setelah penunjukkan ini, Xavi memiliki waktu selama kurang lebih dua pekan ke depan untuk beradaptasi di sesi latihan dengan para pemain Barcelona yang sebagian sudah dikenalnya saat masih berkostum Raksasa Catalan.

Setelah jeda Internasional nanti, Barcelona akan langsung memainkan laga derby Catalunya melawan Espanyol. Xavi mengaku cukup antusias mempersiapkan tim untuk menghadapi sang rival sekota di Camp Nou.

“Saat ini kami sudah memikirkan pertandingan melawan Espanyol. Kami akan memainkan partai derby di kandang kami dan kami bersiap untuk memenangkan laga itu,” ujarnya.

Adapun, periode Xavi sebagai pemain Barcelona terbilang sangat sukses, dimana dia mempersembahkan banyak gelar juara sebelum kemudian pergi ke Qatar pada tahun 2015.

Sang legenda sempat membela AL Sadd selama tiga musim sebelum kemudian bekerja sebagai pelatih klub tersebut sejak 2019. Selama menangani Al Sadd, dia sudah mempersembahkan 7 trofi juara.

Post Comment